Tak Berkategori

Me and My Campuss (Ivan Ilkom Bakrie 2014)

Assalamu’alaykum Wr. Wb

Udah lama nih nggak nulis, sekarang lagi keluar mood nya hehe. Tulisan ini dibuat hari ini di perpustakaan Universitas Bakrie. Mari kita masuk ke cerita, setelah wisuda dari kampus umar usman tanggal 12 juli 2014 di gedung RRI pusat jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Berarti jadi pengusaha dong? ada salah seorang yang nanya. InsyaAllah iya terus istiqomah di jalan ini. Karena saya merasa di jalan ini beliau bisa berinteraksi dengan orang lain dan merasa tidak ada persaingan yang ada adalah saling memberitahu jika ada informasi. sebelum masuk ke cerita selama di bakrie yang udah berumur sebulan ini (yah kayak anniversary aja hahahaha). Oke lanjut saya akan membawa kalian ke masa satu tahun silam ketika sedang menempuh pendidikan di Sekolah Umar Usman Dompet Dhuafa. Saat pertama kali masuk ke sekolah ini saya merasa aroma bisnis sangat kental didalamnya. Kok bisa? kan baru masuk mas? ya bisa lah karena disini orang nya rata-rata udah punya bisnis dan mereka belajar untuk mendapatkan link dan melebarkan sayap bisnisnya. Mulai dari Matrikulasi kai sudah bertemu pembicara kelas atas seperti Mas Ippho Santosa beliau merupakan penulis buku 7 keajaiban rezeki yang meledak dipasaran. Kemudian ada pak Ary Gunawan “Ciamik” yang tidak lain adalah pemilik dari Ayam Bakar Madu Ciamik. Konsep jualannya pun Unik karena beliau jualannya via online dan tidak pake outlet. Awalnya sih heran aja kok bisa jualan ayam bakar ndak pake outlet. Kemudian bertemu dengan pak Adam Nova yang tidak lain adalah seorang Business Coaching yang terkenal. Setelah selesai Matrikulasi pun kami memulai perkuliahan jeng jeng hahaha. Mata kuliah nya pun kayak serius2 semua. Seperti Financial management, Business Syariah, Creative Thinking, New Product Development, dan Character Building. ya kalo baru liat judulnya sih udah pusing tapi pas dijalani gatau nya asyik lho. mereka mencoba membuka fikiran kami. ulai dari berani berbisnis secara syar’i, kemudian pergi keluar negeri (walaupun baru ada paspor ya doang), terus banyak ide-ide lain yang menurut saya out of the box.

Dosennya pun dari UI semua lho rata-rata, ada yang dari Malaysia juga. Jadi rasanya kayak belajar di UI dah. Oh ya Udah jauh-jauh cerita ngomong-ngomong mas punya bisnis belum? oh iya ya haha Alhamdulillah udah nama bisnisnya yaitu “PEMPEK KAPAL TANKER”. udah bergerak selama 1 tahun disukai dosen dan teman-teman. memesan? langsung ke Nomor 089627183484 (kok promosi?). Lanjut ke cerita. Setelah mengikuti rangkaian perkuliahan yang unik, ada suatu hari yaitu hari senin tanggal 9 Desember 2013 kami melakukan perjalanan yang menyenangkan ke Bandung bersama dengan bang “Jay Teroris”. Namanya kok serem mas? Tapi orang nya gak seserem namanya kok hehe. Jadi beliau adalah Direktur SEA Dompet Dhuafa sekaligus Dirwastuh dari komunitas TDA. jadi ceritanya kami semua diajak ke bandung untuk jalan-jalan. Semuanya senang awalnya. kai bernyanyi ria disepanjang jalan. Tapi ada yang aneh yaitu kami harus menyerahkan DOMPET, TAS, HANDPHONE, ATM, dan UANG. Kami hanya boleh memegang KTP dan KTM. Tak sedikitpun kami curiga atas pengambilan itu. Akan tetapi setelah sampai di tol Pasteur kami diturunkan satu per satu oleh beliau. Tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak akademik. Surprise banget lhooo.. oke saya menyebutnya sebagai survival karena ini adalah tes terhadap sejauh mana kita bisa berfikir dan ini membuktikan juga bahwa Allah lah satu-satunya penolong. saat diturunkan waktu itu saya berada di dekat PUSDA’I bandung. yang terpikirkan waktu itu adalah bagaimana cara menghubungi abang saya yang ada di jakarta. waktu itu saat mau pinjem telepon orang, mereka rada-rada nggak percaya gitu. padahal ga ada maksud sedikitpun lhoooo. setelah menyusuri cukup lama, akhirnya ada orang baik yang mau menolong. Dia adalah tentara di daerah mana itu kemudian dia memberikan hp nya untuk menelpon abang saya. Dari situ saya dapet pelajaran bahwa kita harus sabar dalam mendapatkan sesuatu dan memang menanamkan kepercayaan kepada orang lain itu bukanlah pekerjaan yang mudah. kemudian setelah menelpon barulah perjuangan sebenarnya dimulai. Bermodal satu aqua botol 600ml saya berjalan menyusuri kota Bandung. Untung hari itu mendung. Sejam berputar-putar akhirnya adzan dzuhur memanggil. uuhhhh rasanya ingin mengadu kepada Allah SWT supaya bisa lepas dari survival ini. Dapet pelajaran lagi kalo manusia itu kebanyakan akan memohon ketika dia merasakan sulit. memang ndak semuanya tapi rata-rata seperti itu.

Setelah sholat berdo’a kemudian shalat sunnah eh ketemu temen yang sama-sama dibuang. kemudian kami menceritakan keluh kesah masing-masing. temanku ini namanya Ryu. Kemudian kami mencari cara untuk dapet duit. Langkahnya waktu itu adalah ke DKM PUSDA’I terus minta kerjaan. waktu itu sih maunya bersihin masjid sama bersihin WC. tapi Untung bapak itu baik, jadi kami bekerja sebagai penyebar brosur dan kami hanya mengelilingi masjid itu saja karena derasnya hujan yang mengguyur waktu itu. Tak terasa waktuashar pun tiba. saat hendak sholat kami bertemu dengan teman kami namanya Afik. dia sudah sukses dengan membawa uang sebesar 100rb rupiah ahsil dari mencuci piring di RM Bancakan. kemudian kami pun bercerita dan meminjam uang afik karena kelaparan. setelah itu kami pun bertemu dengan seorang bapak. bapak itu adalah orang lama. beliau kenal dengan rektor kami kemudian kami pun berbicara tentang sedekah. Untung baca buku 7 keajaiban rezeki. jadi ada bahan omongan yang sifatnya menggugah lah hahaha. 2 jam kami mengobrol eh kami malah dikasih 200rb untuk tambahan ongkos pulang katanya. kereennn.. hahaha. kami speachless sekaligus bahagia gtu. bekal pulang sudah ada tinggal makan malam bro haha.dari situ kami belajar bahwa orang yang berilmu itu akan dibayar mahal nantinya. hehehe seangat belajarrr 🙂

Mau makan eee malah ketemu teman2 lain yang pada keujanan dan lapar. jadi waktu itu kai langsung membantu dan memberikan sedikit uang kami hehehe. akhirnya jam 10 malam kami pun berangkat dari bandung dan membawa oleh-oleh alhamdulillah. yaa itu menurutku pribadi adalah salah satu syarat lulus kuliah disana. karena kita dituntut untuk bisa bertahan hidup. itu adalah pengalaman terkeren dan merupakan kado terindah di ulang tahun ke 18. karena besoknya 10 desember saya ulang tahun hehehe.

Itulah sedikit cerita menarik kuliah di umar usman dompet dhuafa. kemudian, pada tanggal 16 juli 2014 adalah pengumuman SBMPTN 2014. Alhamdulillah lulus di UNSRI tapi Alhamdulillah juga lulus di Univ. Bakrie dapet beasiswa walaupun nggak penuh hehe. jadi sekarang tempat kuliah ku adalah di Univ. Bakrie di Kuningan Jakarta Selatan. Mungkin sewaktu-waktu Kampus Umar Usman bisa studi banding ke bakrie dalam segi bisnis nya hehe. Masuk ke Univ. bakrie awalnya sih berfikir ini kampus keren dan gaul. semoga bisa mendapatkan relasi. eh ternyata benar, saat mengikuti rangkaian UB’s week saya merasakan bahwa mungkin ospek disini sangat mending daripada ospek dikampus luar sana. mengapa saya berkata seperti itu? karena saya juga pernah mengospek anak-anak uu batch dua hehe. merasakan Inagurasi itu seperti apa dan games-games yang seru membuat tidak sabar untuk masuk ke dunia kuliah nya. Selasa 2 September 2014 mulai kuliah mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi (PIK). Dibawakan dengan metode yang sangat interaktif oleh Miss Dianingtyas Murtanti Putri. Beliau mengeksplorasi pemikiran kami supaya berani ngomgong. keinget sama buku Karya Anak Marketing nih yang judul nya “Speak Up! and Be Counted”. memang, “jika kalian mau diperhitungkan maka bicaralah”. Kemudian ketemu sama dosen yang tak kalah menarik seperti ibu Tuti, Ibu Yati, Ibu Indah, dll. Tapi ada satu dosen yang menarik perhatian yaitu bapak Ivan dosen agama kami. beliau lulusan S2 di KSA dan Ilmunya kerenn jadi pengen lanjut kesana ehehehe. Misi selanjutnya yaitu memperkenalkan Bisnis Pempek ku yang sudah berjalan 1 tahun. Untung di UB ada UB preneur nya jadi bisa coaching sekaligus perkenalan produk hehe. Waktu itu ditester Alhamdulillah responnya positif dan pembeli pun menderas dari kalangan dosen hehe. waktu itu ada bazzar yang diadakan oleh UB preneur. Alhamdulillah dikasih kesempatan buka Stand di sana. lumayan respon teman-teman yang memakan pempek pun positif dan ada yang bertanya bahannya terbuat dari apa ahaha.

Sangat bersyukur kuliah disini. Alhamdulillah memang benar “orang seniatan akan dipertemukan walaupun jauh keberadaannya”. Makna yang sangat dalam. Pergaulan teman-teman disini pun beragam. jadi pandai-pandailah dalam bergaul hehe. mungkin saya akan mengalami sedikit culture shock karena pasti akan berbeda suasananya ketika kuliah di Umar Usman dan kuliah di Bakrie. Oke sekian tulisan kali ini selamat menikmati dan tunggu tulisan berikutnya hehe.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb

DSC035021

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s