Tak Berkategori

DENGAN 20.000 Anda Bisa Mempunyai 1 Dinar dan Pergi ke Jakarta

duit

Postingan Lama sih hehe.. Tapi lumayan lah 🙂

Awal yang Sulit

Entrepreneur? Entahlah kata-kata ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Saat itu tahun 2011, Aku masih kelas 2 SMA waktu itu. Banyak seminar-seminar yang berbau wirausaha. Sebut saja yang suka mengadakan seminar yang berbau wirausaha yaitu Ippho Santosa, Jay Teroris, dan lain-lain. Mereka semua bercerita betapa mudahnya menjadi seorang wirausaha. Banyak cerita indah yang membuat para audiens sangat bersemangat untuk action menjalankan usaha.

Akan tetapi setelah mereka melakukannya, banyak dari mereka yang bilang bahwa wirausaha itu menyulitkan. Tidak seindah yang dibicarakan di seminar. Banyak tantangan yang ditemui selama mereka berwirausaha. Ada istilah rugilah, tertipulah, dan lain-lain. Hal ini membuat orang kembali berfikiran untuk menjadi karyawan. Banyak yang menganggap hal itu menyulitkan, berarti banyak juga yang menganggap berwirausaha itu menyenangkan. Memang, jika kita berhasil melewati ujian demi ujian saat kita memulai usaha, tentu kedepannya kita sudah terlatih untuk jadi seorang wirausaha. Pokok dari wirausaha adalah mental, jika kita sudah memiliki itu, maka tantangan seberat apapun bisa diatasi.

Bagaimana cara menumbuhkan mental?? Caranya yaitu dengan memperbanyak membaca buku, praktek langsung, ikut seminar, dan lain-lain. Dengan cara itu otomatis seseorang akan tumbuh mentalnya untuk mengarungi dunia bisnis yang sesungguhnya. Banyak orang yang berfikiran jadi karyawan itu lebih enak dan penghasilannya lebih pasti. Kalau pengusaha?? Bisa semua, bisa gede gajinya dan bisa juga nyungsep gajinya. Semua itu tergantung dengan strategi dan usaha yang kita lakukan. Dalam wirausaha ada banyak yang bisa kita jual. Mulai dari kuliner, informasi, event¸ personal, dan lain-lain. Sehingga kita bisa memilih bisnis apa yang mau kita jalankan. Semua itu harus sesuai dengan ketertarikan kita. Supaya tidak sulit menjalaninya. Orang bilang, kalau kita sudah menemukan minat kita, maka lelah pun tdak dirasakan. Jika minatnya belajar, maka orang tersebut akan belajar dan baginya belajar adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Lain ceritanya klau kepepet. Semua nya pasti dikerjakan. Apalagi kalau itu tugas kuliah. Jiwa wirausaha bisa tumbuh dari kepepet.

Ketika Hal Itu Harus Dilakukan

Alkisah ada seorang teman yang bernama Ivan, lengkapnya yaitu Muhammad Ivan Fadhilah. Dia adalah seorang siswa kelas 2 SMA waktu itu. Handphone nya pecah LCD, jadi harus diganti. Maka dari itu dia minta kepada ayahnya agar dibelikan yang baru. Akan tetapi itu ditolak oleh ayahku. Katanya sih hukuman karena nggak bisa jaga barang. Kemudian bilang ke Mbakku. Alhamdulillah di bolehkan. Aku sudah senang sekali waktu itu. Akan tetapi ada syaratnya, kamu harus jualan disekolahmu supaya kamu bisa mencicil bayaran handphone mu itu. What???? Berjualan? Memang aku pernah berjualan pas SMP. Berjualan burger dan pempek. Tapi itu sudah lama sekali. Terakhir saya berjualan waktu itu adalah kelas 2 SMP. Haruskah aku membangun mental itu lagi? Hoho harus dong jadi waktu itu aku bilang bahwa aku nggak punya modal. Alasan klasik, tapi lumayan buat ngeles hehe. Langsung ada jawabannya, yaudah nanti dimodalin kata Mbakku. Tidak ada alasan lagi untuk menolak haha. Oke, waktu itu aku dimodalin duit 20.000 beli aja gorengan dideket rumah. Harganya 500, terus kamu jual 1000 selesaikan? Iya kataku.

Hari itu adalah hari Senin, lumayan cerah dan sejuk, ya cocoklah untuk awal hari dan aktivitas yang menggunung. Sebelum aku pergi kesekolah, aku menyempatkan diri untuk kewarung itu. Sistem bayarnya bayar dimuka. Jadi tidak ada sistem pengembalian ke orang yang punya warung. Oke, waktu itu aku membeli gorengan sebanyak 40 buah yang terdiri dari pempek, bakwan, dan tahu. Sesampainya disekolah aku langsung ke kelas. Setelah itu aku langsung ke lapangan. Ada upacara, pembinanya waktu itu adalah pak Pauzan. Seorang guru bahasa arab yang sangat disegani. Setelah upacara, kegiatan belajar mengajar lalu, Istirahat. Jeng jeng, inilah waktunya untuk menguji mental yang telah tumpul. Waktu aku mengeluarkan barang daganganku semua orang tidak tahu bahwa isinya adalah makanan. Kok waktu itu aku malu banget ya?? Haha mungkin karena sudah lama tidak berjualan dan ada faktor X yang membuat aku malu saat itu. Oke, setelah aku mengeluarkan barang dagangan ku, ada satu teman ku yang bernama Tri bertanya, (dalam bahasa palembang) Van kau jualan ye? Iyo jawabku. Tapi setelah tri membeli pun hanya sedikit orang yang membeli, dan barang daganganku masih sangat banyak waktu itu. Hm, berfikir untuk ke kelas sebelah?? Iya dong jadi setelah dari kelas ku aku mampir ke kelas IPA 2. Keajaiban pun terjadi ternyata mulut para wanita itu sangat berpengaruh lho. Waktu aku menawarkan barang daganganku kepada Evi, dia langsung bilang, (dalam bahasa palembang) Pa, kau jualan ye? Nah pas nian aku lagi laper males toron ke bawah. Seketika itu dia mengumumkan bahwa diriku berjualan waktu itu. Mendengar itu teman-temannya langsung membeli. Aku kerepotan waktu itu, secara Evi adalah orang nomor 1 di kelas IPA 2. Tak heran jika banyak yang menggandrunginya. Alhamdulillah barang daganganku habis tak bersisa waktu itu. Aku sangat berterimakasih kepada Evi waktu itu. Dia hanya bilang, (dalam bahasa palembang) selu bae Van, namonyo bekawan pasti saling bantu. Evi adalah temanku dari kelas 1 SMA. Sesama kelas X.1 waktu itu. Wajar jadi dia membantu hehe.

Waktu istirahat telah habis, Aku Sumringah waktu itu. Tidak menyangka? Iya sih ternyata kekuatan mulut itu gunanya besar lho. Makanya jaga pertemanan, agar kelak kita punya relasi yang banyak. Saat memasuki kelas, nurul bertanya (dalam bahasa palembang) Abes pan jualan? Aku pun menjawab sambil tertawa ringan “hehe iyo rul Alhamdulillah”. Laku 40 jual 1000 jadi omzet hari ini adalah 40.000. modalnya 20.000 jadi, profitnya adalah 20.000. lumayan buat bensin. Akan tetapi setelah aku pulang dan menceritakan semuanya. Orang tua saya, kakak saya, dan Mbak saya bangga kepada saya. Walaupun awalnya canggung juga hehe.

Ketika Hasil Itu Dinikmati Sampai Sekarang

“9 dari 10 pintu rezeki itu ada di perniagaan”.

Hadist di atas menunjukkan bahwa, ingin kaya?  Dagang dong. 1 pintunya? Untuk siapa? Kata Ippho Santosa 1 pintunya lagi untuk Investor. Lho? Karyawannya? Mau dibawa kemana? Nggak tau kemana. Yang jelas itu gurauan katanya. Tapi Jleb lho. Ketika kita menjadi karyawan kita harus pintar-pintar mengalokasikan uang yang ada. Bisa-bisa baru tengah bulan udah habis. Kacau kan? Coba kalau kita jadi serang dagang man. Uang bisa hadir kapan saja. Bisa besok, hari ini, besoknya lagi, nggak datang sama sekali pun pernah. Tp itu, ketika kita butuh pasti ada saja keran rezekinya. Itulah kerennya jadi dagang man. Haha.

Kembali ke cerita tadi, kegiatan outsourcing itu aku lakukan selama 2 bulan. Akhirnya aku memutuskan untuk memproduksi sendiri. Hitung-hitungannya pun lebih besar membuat sendiri. Waktu itu belanjanya main mingguan jadi tahan lama. Tapi bikinnya tetap tiap hari kok. Lagian pempek yang kubuat bukan dari ikan, akan tetapi dari terigu. Jadi bisa jual murah. Setelah dihitung selama seminggu. Omzet selama seminggu adalah 400 ribu dan paling gede 600 ribu. Sedangkan modal membuat 150 sampai 200 ribu. Jegeerrr. Gede kan profitnya? Itu udah termasuk belanja kuah nya lho.. jadi itu udah termasuk semuanya.

Dari hasil itu lumayan bisa buat beli bensin sendiri, kalau ada keperluan mendadak bisa dipake tu duit. Masa SMA emang keren dah. Haha. Kalo aku ma nganggepnya gitu. Akan tetapi kembali ke cerita tadi, tidak selamanya berdagang itu ramai pembeli. Waktu kelas 12 SMA sedang sibuk dengan ujian praktek, jadi seluruh siswa kelas 12 IPS berjualan dalam rangka ambil nilai ujian praktek. Penjualan langsung menurun tajam. Sempat down, tapi kata kakak saya santai, emang gitu kok kalo wirausaha. Jangan patah semangat dong hehe. Jadi selama anak IPS ujian praktek, aku mengurangi jumlah stock jualan. Bertahan selama 2 minggu. Setelah itu..naik lagi penjualan. Hehe.. lumayan, waktu itu setelah 5 bulan profitnya bisa beli 1 koin dinar. Waktu itu harganya 2.200.000. itu udah di otak atik lho duitnya, Alhamdulillah masih dapet segitu nggak tau nya hehe.

Ketika aku kelas 3 SMA? Masih berlanjut kok.. tapi Cuma 3 bulan dong karena mau UN. Mulai jualannya pun dari semester 1 akhir. Tapi yang beli udah mulai berkurang, karena teman-temanku juga ada 2 orang yang jualan. Tapi, pelanggan setia tetap ada kok.. hehe.. karena pasarannya orang lagi pacaran dan ngumpul-ngumpul. Jadi tetap ada aja yang beli dan sekali banyak. Rezeki kan ada yang ngatur hehe. Alhamdulillah waktu itu terkumpul profit 1,5 juta. Itu aku simpan di rumah.

Sempat berfikir ekspansi untuk jualan di Jakarta, tapi impian itu hampir buyar ketika aku tidak lulus di UI. Hampir terancam nganggur setahun. Alhamdulillah Allah memberikan jalan kepadaku lewat STIE Umar Usman. Sekolah di bawah naungan Dompet Dhuafa ini masih membuka pendaftaran walaupun sebenarnya pendaftarannya sudah tutup. Rezeki namanya. Belum apa-apa aku sudah menggelontorkan uang 1 juta untuk kesana. Mbakku berpesan untuk tes kali ini bener-benerlah supaya bisa lulus, aku pun menjawab Iya. Alhamdulillah, setelah datang ke sekolahnya waktu itu saya bertemu dengan Mbak Djamila Djauhari dan Mas Akhmad Basori, SE, M.Si. saat itu langsung test psikotest. Sempat cemas dikira psikotest ala STAN atau pertamina. Nggak taunya psikotest kepribadian. Alhamdulillah. Setelah itu test gambar. Duh! Nggak bisa gambar, tapi Alhamdulillah semalam sebelum udah belajar tentang cara gambar dll. Satu jam menyelesaikan soal menggambar, pusing, lapar jadi satu. Maklum, hari itu adalah bulan puasa.

Setelah itu barulah seelesai shalat kemudian wawancara, aku di tanya banyak hal, mulai dari kenapa masuk sini, pokoknya banyaklah. Alhamdulillah 2 hari kemudian aku dinyatakan Lulus. Alhamdulillah lulus. Senang sekali rasanya waktu itu. Setelah itu aku mengabari orang tua, dan mbakku yang ada di Palembang. Mereka semua senang sekali. Saat matrikulasi di Ragunan, aku langsung membawa pempek yang telah di janjikan oleh pihak manajemen. Tapi itu ludes oleh temen-temen. Tim manajemen hampir tidak kebagian. Selama kuliah di sini aku merasakan hal yang sangat berharga mulai dari orang-orang yang seniatan, berjiwa usaha, dan semangat.

Sekola itu juga mengajarkan bagaimana mencari uang ketika keadaan kepepet. Itu di ajar oleh bang jay teroris. Tanggal 9 desember 2013. Cerita lengkapnya nanti ya hehe. Setelah itu buka tempat jualan, cara negosiasi, hypnoselling, dan wirausaha sosial. Alhamdulillah, mungkin ini hikmah tidak diterimanya di UI tahun kemarin. Di sekolah ku itu dosennya dari UI semua lho. Keren kan? Masih muda, gagah, ramah, tidak sombong, mahasiswa dan dosen itu ibarat teman jika di luar pelajaran.  Alhamdulillah rencana Allah memang sempurna. Suasana nya pun sangat islami, wanitanya berjilbab sesuai syariat semua, laki-lakinya weh rata-rata berjenggot, fair dan baik-baik. Mungkin ini juga keuntungannya nggak masuk di UI tahun kemarin. Hehe  sebab atmosfir pergaulan di sana lumayan bebas. Kok jadi curhat ya?? Hahaha.

Inilah kisah dari uang 20.000 yang melebar sampai ke Jakarta. Alhamdulillah, semoga bermanfaat. Aamiin.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s