Cerpen

Siapa yang Bersungguh – sungguh Dia akan Berhasil (Part 2)

les-privat-sbmptn-surabaya

BAB II

LES KHUSUS DEMI IMPIAN

 

Dia bangun sekitar 15 menit sebelum subuh. Setidak nya Dia sempat melakukan sholat witir tiga rakaat. Setelah sholat  Dia sempatkan untuk berdo’a kesehatan orang tua nya, keberhasilan Adiknya, dan lulus di universitas dan di jurusan yang Dia inginkan. Adzan subuh  berkumandang. Dia  bangkit membuka jendela kamarnya sambil menghirup udara segar. Udara dingin saat subuh memang memberikan motivasi kepada orang yang ingin melanjutkan tidurnya. Tapi hanya orang pilihan yang bisa bangkit dan mengalahkan rasa kantuk tersebut. “Ash sholaatu khoirun minan nauum” solat itu lebih baik daripada tidur. Suara itu menggema keseluruh bangunan, rumah, dan menggugah jiwa yang masih tertidur lelap.

Dia  pergi bergerak menuju masjid dengan memakai baju koko berwarna putih yang Dia pakai untuk sholat semalam sarung yang sama tapi semangat nya yang berbeda. Dia  pergi ke masjid bersama Ayah nya dengan berjalan kaki. Udara segar ditambah dengan embun pagi yang halus itu memang menyejukkan jiwa, dan tubuh. Maka bersyukurlah bagi yang mendapatkan kesempatan untuk bangun pagi. Sesampainya dimasjid Dia sempat melakukan sholat tahiyatul masjid lalu disambung dengan sholat qobliyah subuh. Sambil menunggu imam  Dia berzikir hamdalah, takbir, dan tahmid. Tak lama kemudian iqomah  dikumandangkan oleh muadzin yang menandakan bahwa sholat akan segera dimulai.

Sholat subuh  didirikan, kekhusyukan dan kantuk  menjadi satu ketika imam membacakan ayat – ayat Al – Qur’an. Akan tetapi alhamdulillah sholat subuh  selesai dengan lancar. Pagi ini Dia mengawali hari nya dengan membereskan tempat tidurnya. Di kamar nya  banyak sekali poster Alesandro Del Piero, stiker Juventus, dan bed cover nya  Juventus. Juventus merupakan salah satu klub sepakbola yang sangat terkenal di Italia. Dia sangat menyukai Juventus sejak lama. Ketika ada pertandingan Juventus pasti Dia akan menonton, tak peduli itu sedang ujian atau tidak. Jelasnya, meski Dia suka menonton bola shlat subuh nya tidak ketinggalan. Dia berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan sholat subuh dan baru tidur setelah sholat. Karena sholat subuh itu jauh lebih berat dibandingkan mengangkat besi seberat 100 kilogram.

Selesai Dia membereskan kamar nya Dia  bersiap untuk mandi karena hari ini Dia akan mendaftar bimbingan belajar khusus UMPTN di Ganesha Operation. Meski sudah menjadi nomor satu disekolah nya itu tidak menjadi jaminan karena di ujian UMPTN kita akan bersaing dengan banyak orang dari sekolah lain yang tentu memiliki prestasi yang lebih banyak dan tentu lebih pintar. Maka dari itu salah satu persiapannya adalah Dia mengikuti bimbingan belajar khusus UMPTN di Ganesha Operation dan bimbingan belajar tersebut sudah terkenal sejak lama.

Setelah selesai mandi, kemudian Dia  berganti pakaian. Pakaian yang Dia gunakan  polo shirt berwarna kuning, celana bahan berwarna hitam , dan gesper berwarna hitam bermerek “Aigner”. “Sreett” itu tanda bahwa Dia sudah selesai mengancingkan ikat pinggangnya. Tak lama kemudian muncullah Adik nya dari kamar serambi mengambil handuk kemudian mandi. Kemudian Dia  bertanya kepada Adiknya “Kok baru bangun? Udah jam segini lho” ujar nya. Adik nya  menjawab “lah kan lagi halangan kak, santai aja hehe” jawab si Adik. Setelah Dia berganti pakaian yang Dia lakukan adalah menonton TV saluran olahraga. Memang setiap pagi Dia selalu menonton acara “Sport 7” di Trans 7. Sambil menunggu sarapan tiba Dia memang selalu menonton acara tersebut. “Sarapan sudah siap” ujar Ibunya. Saat ke ruang makan Dia  menanyakan sesuatu kepada Ibu nya karena menu sarapannya kali ini agak berbedaa dari biasanya. “Tumben bu goreng telurnya agak setengah matang?” ujarnya. Ibunya  menjawab “lho bukan nya kamu dulu seneng dengan telor yang kayak ginian?”, kemudian Dia menjawab lagi “memang sih tapi kan dulu, sekarang entah kalo melihatnya jadi mau muntah maaf ya bu” timpal nya. Mendengar kata – kata anaknya itu Ibu nya  meminta maaf dan mematangkan telurnya.

Tak lama kemudian Ayah  keluar dari kamar dan ikut sarapan bersama. Menu sarapan kali ini adalah nasi, telur ceplok, air teh hangat, dan madu agar kami kuat sepanjang hari. Setelah sarapan maka kami  bersiap – siap untuk pergi ke tujuan masing – masing. Dia  meminta izin pamit kepada orang tua nya untuk pergi ke tempat bimbingan belajar yang akan dituju. Sebelum Dia pergi, Dia  mendapatkan ciuman di kening dari Ibunya. Kemudian sesaat sebelum pergi Ayahnya memberi uang sebesar Rp 1.500.000 sebagai uang pendaftaran bimbingan belajar khusus tersebut. Setelah mendapatkan uang itu Dia  bersalaman dengan orang tua nya dan pergi. Pergi dengan membawa uang sebanyak itu bukanlah perkara mudah. Ada rasa cemas karena harus menjaga uang tersebut baik – baik dan harus was – was dari kejahilan penjahat. Alhamdulillah, Dia membawa uang tersebut selamat sampai tujuan. Bimbingan belajar terletak di Jalan R. Soekamto, lebih tepat nya di dekat pabrik pemintalan benang Palembang. Akan tetapi pabrik pemintalan benang tersebut sudah lama tutup dan digantikan dengan Mall PTC. Meski pabrik itu sudah lama digusur, tapi ada hal menarik yaitu ada satu menara yang tidak bisa dihancurkan oleh manusia. Sudah banyak pegawai bangunan tersebut ingin menghancurkan menara tersebut. Tapi saat itu juga pegawai tersebut meninggal dalam tugas. Setelah melakukan percobaan selama tujuh bulan akhir nya pihak pengelola mall  memutuskan untuk menghiasi menara itu saja. Mengingat sudah banyak korban yang jatuh akibat menara itu. Konon kata nya menara tersebut dihuni oleh makhluk halus yang sudah lama dan lebih dulu tinggal di tempat tersebut. Mungkin makhluk tersebut tidak ingin menghilangkan kenangan akan pabrik tersebut.

Setelah sampai tujuan  Dia segera masuk ke ruang resepsionis. Aura positif  dirasakannya saat memasuki tempat bimbingan belajar yang dinding nya berwana merah dan oranye itu.  Dengan cepat Dia mendaftarkan diri ke bimbel tersebut dan tidak antre karena masih pagi. Setelah selesai dengan proses administrasi Dia mendapatkan info bahwa bimbingan belajarnya akan dimulai dua hari dari sekarang. Untuk tipe ujiannya Dia mengambil program SAINTEK yang berarti untuk program IPA. Program IPA itu seperti teknik, arsitek, kedokteran, dan lain – lain. Setelah itu akhirnya Dia memutuskan untuk pulang.

Saat ingin pulang ternyata Dia berpapasan dengan teman SMA nya yang kebetulan juga mendaftar di tempat bimbingan belajar yang sama. “Assalamu’alaikum Eh Dian, apa kabar?” tanya wanita tersebut. Dia  menjawab “Wa’alaikumussalam Oohh Alhamdulillah baik, kamu bagaimana kabarnya?”. Wanita tersebut menjawab kembali “Baik juga kok hehe, btw ambil bimbel disini juga?”. Dia kembali menjawab “Iya hehe. Oh ya aku ada urusan nih, nanti kita sambung lagi yaa Assalamu’alaikum.” Wanita itu  menjawab “Wa’alaikumussalam.” Setelah percakapan itu Dia pergi begitu saja. Tampak ada senyum di wajah wanita itu saat melihat Dia pergi. Mungkin Dia teringat dengan kejaDian saat sekolah dulu. Wanita itu bernama Hany. Seorang wanita yang lembut, baik, pintar, tidak terlalu tinggi, berkulit tidak terlalu putih, dan solehah ini merupakan salah satu saingan Dian dalam memperebutkan gelar juara kelas. Wanita yang terkenal dengan jilbab panjangnya itu  acap kali memang dipasangkan dengan Dian semasa SMA. Akan tetapi karena mereka mengerti agama dan pacaran itu dilarang mereka menganggapnya itu hanya gurauan dari teman – teman belaka.

Tapi ternyata secara tidak sadar Dia menyimpan kekaguman terhadap Dian. Karena menurutnya Dian merupakan tipikal cowok yang cuek, tidak suka tebar pesona, menjaga pandangan, dan cerdas. Tapi Dia berusaha biasa saja ketika dihadapan Dian. Karena menurutnya cara mencintai yang terbaik adalah dengan cara Diam – Diam, bukan kata – kata sayang yang sering diucapkan oleh banyak orang berpacaran di luar sana. Bahkan semakin sering seseorang berkata sayang saat pacaran jangan – jangan itu hanyalah nafsu nya belaka.

Saat sampai di rumah Dia melihat Adiknya yaitu Meita sedang duduk termangu di depan pintu di depan rumah. Melihat hal itu Dia  langsung bertanya. “Kamu kenapa dik?” tanya nya. Adik nya  menjawab “Kak, ujian Adik hari ini gagal dan nilai nya  sangat kecil yaitu 30.” Dia  mencoba menenangkan Adiknya dengan berkata “tidak apa, Ibu ga bakal marah kok”. Kemudian Adiknya kembali menjawab “yang bener nih kak? Ntar Ibu marah – marah lagi kayak dulu pas kakak dapet nilai kecil.” Memang Ibu kami sangat memperhatikan nilai akademis di sekolah. Ibu  pernah marah besar ketika mengetahui nilai ujian Dian saat itu sangat jelek yaitu nilai nya hanya 10. Melihat nilai tersebut sontak Ibu nya langsung mengambil gagang sapu lantai dan memukul kan nya di bagian pantat. Jika mengingat hal itu Adik nya merasa takut akan diperlakukan dengan hal yang sama.

Lalu Dia  menjawab lagi “udah ah tenang aja, ga bakal ditanya kok kakak janji, kalau ditanya nanti kakak lindungin”. Setelah itu Dia dan Adiknya mengetuk pintu “tok tok tok” dan tak lama kemudian Ibu nya yang membukakan pintu. “Kreeettt” tanda pintu sudah dIbuka. Wajah pucat sudah nampak dari sang Adik yang ketakutan karena takut ditanya soal nilai ujian. Tak lama setelah masuk ke rumah, Ibu nya bertanya soal ujian. “Gimana ujian nya tadi?” tanya sang Ibu. Belum sempat menjawab, Dia  sudah menjawab pertanyaan Ibu nya terlebih dahulu “Alhamdulillah bagus kok bu, nggak terlalu jelek – jelek amat” ujar nya. Mendengar itu  Ibu nya lega, dan tidak melanjutkan pertanyaan. Hati sang Adik  merasa lega dan senang sekali. “Kak, terimakasih ya..” ujar sang Adik. Dia  menjawab “Ooh iya sama – sama, tapi lain kali jangan diulangi lagi ya.” Adik nya  menjawab lagi “Iya kak, Adik janji”. Hari yang menegangkan itu  terlewati dengan baik. Meski awal nya tegang tapi karena bantuan sang kakak, Adik nya  terselamatkan.

Dua hari kemudian merupakan hari pertama Dia mengikuti bimbingan belajar khusus untuk tembus ujian UMPTN. Dia mengawali hari nya dengan bangun pagi sebelum adzan subuh berkumandang, ia sempatkan untuk melaksanakan shalat tahajjud dua rakaat dan sholat witir tiga rakaat. Selesai dari itu Dia  melaksanakan sholat subuh ke masjid bersama dengan Ayahnya. Hari itu menjadi hari pertama Dia beraktivitas rutin setelah selesai dari sekolah. Dengan melakukan segala persiapan muali dari memakai baju berwarna merah maroon, celana jeans berwarna biru gelap, dan sepatu sport “league” yang menjadi teman jalan hari ini. yang cukup Dia  siap pergi ke tempat bimbingan belajar tersebut. Dengan membawa buku catatan Dia  berpamitan dengan orang tua nya. Sesampainya di tempat bimbingan belajar  Dia mengambil buku paket yang akan menjadi menu latihan yang sangat enak agar bisa tembus di universitas negeri yang diidamkan. Melihat tebal buku tersebut membuat nyali nya sempat ciut. Tapi Dia berfikir dalam hati nya “Ah sudahlah, demi masa depan yang cerah tak apalah susah sekarang nanti juga akan menikmati keberhasilan sesudah ini.” setelah menerima buku tersebut Dia pergi ke ruangan kelas untuk mengikuti pelajaran. Saat pelajaran dimulai, palajaran pertama adalah Matematika. Mau lari kemana  pelajaran satu ini akan tetap ditemui.

Mulai dari tingkat TK sampai jenjang perkuliahan. “Hhhh” dengan menghela nafas Dia  siap untuk mengikuti pelajaran itu. Di tengah pelajaran berlangsung ternyata soal tes matematika untuk masuk universitas itu jauh lebih sulit dibandingkan dengan soal matematika SMA. Namanya juga naik tingkat, semakin keatas pasti akan semakin sulit. Kalau semakin mudah itu namanya turun tingkat. Akan tetapi dengan metode jurus “The King” yang menjadi tagline Ganesha Operation membuat beberapa tipe soal matematika yang awalnya harus diselesaikan dengan jalan yang  panjang, dengan jurus itu bisa diselesaikan dengan cepat. “Kriinggg” bunyi tanda pelajaran pertama telah berakhir. “Ahhh pusing juga kalo nggak banyak latihan nih” ujar nya. Saat menuruni tangga menuju ruang resepsionis Dia  bertemu lagi dengan Hany teman SMA nya . “Assalamu’alaikum Dian” ujar Hany sambil menyapa. Dian  menjawab “Ooh Wa’alaikumussalam kenapa han?” Hany  kembali bertanya “Gapapa kok hehe, emang rencana nya mau ambil jurusan apa?” “InsyaAllah Teknik Kimia, Hany ambil jurusan apa?” Jawab Dian. Hany  kembali menjawab “Ambil Pendidikan Matematika kok yan hehe.” “Ooh alhamdulillah, semoga bisa jadi guru yang baik ya nanti.” Ujar Dian. “Aamiin, InsyaAllah” jawab Hany. Percakapan  berakhir sampai disitu, mereka berdua  berpisah jalan. Tak lama dari itu bel tanda masuk pelajaran kedua  telah berbunyi. Terlihat para calon mahasiswa ini masuk ke ruangannya masing – masing.

Semakin hari semangat untuk menghadapi ujian UMPTN, sampailah saat dimana ujian itu akan datang. Dengan persiapan yang matang mereka  diberikan pembekalan bagaimana menghadapi ujian UMPTN. Hari itu merupakan hari seminar umum dimana seluruh siswa bimbingan belajar Ganesha Operation berkumpul dalam satu tempat. Mereka dikumpulkan di Gedung Olahraga Sriwijaya yang terletak di daerah Radial. Mulai dari wilayah di Palembang, hingga wilAyah dari luar Palembang. Terik matahari ketika itu tidak terlalu terassa karena cuaca nya sedikit mendung dan angin berhembus cukup kencang. Jadi suasana seminar  enak dan peserta yang ikut tidak terlalu kepanasan. Inti dari yang disampaikan oleh pembicara adalah kami harus percaya kepada diri kami sendiri, istirahat yang cukup, tenang, dan terakhir adalah berdo’a. Seminar itu ditutup dengan pemutaran lagu “Menjemput Impian” yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara. Suasana  berubah menjadi lautan suara manusia yang mengikuti lagu tersebut. mereka seolah terbius dengan lagu tersebut.

Setelah selesai Dia  pulang dengan naik angkot jurusan Ampera – Perumnas. Di perjalanan Dia membuka jendela mobil tersebut dan merasakan terpaan angin yang menyapa wajah nya dngan lembut. Terbayang sudah atmosfir ujian UMPTN yang akan diikuti nya nanti. Tapi itu tidak boleh membuatnya gentar. Ada Allah bersamanya, sehingga tidak ada yang perlu ditakutkan. Tugas seorang manusia adalah berusaha sebaik mungkin dan untuk hasilnya itu Allah yang menentukan. Tak lama kemudian Dia sudah sampai di tempat tujuannya sehingga Dia memberitahu pak sopir untuk berhenti “Stopp”. Sesampainya dirumah Dia mencium tangan Ibu nya dan sambil memohon do’a supaya bisa lulus ujian. Setelah itu Dia masuk ke kamarnya dan melaksanakan sholat ashar. Sesaat sebelum sholat Dia mendengar suara ketukan pintu depan yang menandakan ada tamu. Dia  berjalan dengan terburu – buru dengan kain yang masih menempel di badan. Saat pintu nya dIbuka, itu ternyata adalah Paman yang datang dari desa dan keperluannya adalah untuk kontrol sehabis operasi karena kecelakaan.

Semenjak kecelakaan itu kaki nya dipasang pen. Karena tubuh nya yang terlalu besar membuat proses penyembuhan di kaki nya menjadi terhambat. Kedatangannya  dijemput oleh Ayah di loket travel. “Bagaimana keadaan Paman? Sehat?” kemudian Paman  menjawab “Alhamdulillahh sehat, kamu gimana sekolah nya? Lancar?”. “Alhamdulillah lancar, ini lagi ikut les UMPTN biar bisa lulus di universtas negeri hehe”. Paman yang baru sampai  langsung duduk di kursi dan Ibu menyiapkan segelas air minum. Setelah itu Dia kembali ke kamarnya dan melaksanakan sholat.

Malam nya, Dia berlatih soal untuk yang terakhir kali. Karena lusa sudah mau tes. Kebiasaan nya Dia adalah ketika H-1 ujian Dia ingin bersantai dan tidak mau belajar sama sekali. Karena jika dipaksa hanya akan merusak konsentrasi saja. Pada malam ini Dia berdo’a kepada rabb – Nya agar dimudahkan dalam mengikuti ujian, kelancaran, dan kesehatan saat hari ujian nanti. Selesai berdo’a  Dia membaca catatan tentang materi – materi yang sudah Diajarkan sebelum dan mengaplikasikannya kedalam materi yang ada di buku bank soal. Malam ini diibaratkannya adalah malam cak sebelum pertempuran dimulai. Setelah selesai berkutat dengan soal – soal mulai dari soal matematika, fisika, kimia, biologi, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, TPA, dan IPA terpadu Dia memutuskan untuk istirahat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s