Cerpen

Siapa yang bersungguh – sungguh Dia akan Berhasil (Part 3)

BAB IIIcoal-sbmptn

UJIAN UMPTN

Keesokan hari nya, Dia memang tidak belajar sama sekali. Saat bangun Dia berwuhu dan sholat tahajjud dan pergi ke masjid untuk sholat. Sehingga pada saat itu yang ada adalah Dia mengabdikan hari nya kepada orang tua dan Adiknya. Dia  bertanya kepada Adiknya “Pagi dik, mau nggak kalo hari ini kakak yang mengantar kamu sekolah?” Adiknya  menjawab “Ah yang bener? Mau lah kak Dianterin sama kakak hehe.” Dia memang sangat menyayangi Adik nya, ketika Dia bersedih Dia memiliki seorang kakak yang sangat dibanggakannya. Ketika senang kakak nya  berada didekat nya.

Ketika sarapan selesai Dia  berangkat mengantar Adik nya untuk pergi ke sekolah. Seolah besok tidak ada hari yang spesial Dia  pergi mengantar Adik nya dengan tenang. “Kakak pergi dulu ya bu” ujar nya. Iya hati – hati ya sahut Ibunya. Saat perjalanan nya ke sekolah Dia  melihat seekor kucing yang kebetulan sangat imut. Dia jadi teringat akan kucing yang pernah dimilikinya dulu. Kucing dengan bulu putih bergaris oranye itu menjadi idola bagi Dia dan Adik nya. Sayang nya kucing tersebut meninggal secara mengenaskan karena tenggelam di parit sebelah rumah. Sesampainya disekolah Adiknya  masuk ke kelas, dan Dia   pulang ke – rumah. Saat perjalanan pulang  Dia melihat banyak penjual makanan mulai dari martabak, pempek, dan makanan lainnya. Enak sekali, wajar jika anak – anak suka jajan di sekolah. Tapi harus diperhatikan juga kesehatannya. Sesampainya dirumah, Dia istirahat karena masih mengantuk sehabis belajar semalam. Hari terakhir sebelum ujian menurut nya adalah waktu yang sangat tepat untuk istirahat. Dimana kondisi otak harus tenang. Sehingga keesokan hari nya Dia siap untuk menghadapi ujian.

Hari yang dinanti itu telah tiba, hari di mana semua calon mahasiswa melakukan pertempuran untuk ikut ujian UMPTN. Ujian ini dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia. Sehingga perlu ketenangan dalam mengerjakan soal. Pada hari itu Dia meminta restu dari orang tuanya, Adiknya, dan paman nya. Setelah mempersiapkan semuanya mulai dari kartu ujian, pensil 2B sebanyak tiga buah, rautan pensil, tas, baju kemeja berwarna biru, celana bahan berrwarna hitam, dan sepatu sport kesayangannya. Dia pergi dengan penuh keyakinan karena menurut Dia, Dia sudah melakukan yang terbaik untuk ujian ini dan Dia tampak sangat tenang. Waktu yang dIbutuhkan dari rumah ke lokasi ujian ini sekitar 30 menit. Pergi dengan naik angkot membuatnya harus lebih pagi agar tidak terlambat. Sepanjang perjalanan Dia terlihat sangat menikmati pemandangan yang terlihat dari luar jendela. Sesampainya di lokasi ujian Dia  langsung mencari lokasi dimana tepatnya Dia akan melaksanakan ujian.

Sebelum ujian dimulai, Dia sempat mengambil wudhu dan berdo’a agar diberikan kelancaran saat ujian. Tak lama kemudian bunyi bel  berbunyi tanda ujian akan segera dimulai. Segera Dia beranjak menuju ke ruangan tempat nya ujian. Saat memasuki ruangan, terasa atmosfir hening, tenang, ditambah dengan melihat peserta – peserta yang sudah sangat siap mengikuti ujian ini. Dia hanya bisa berdo’a “Ya Allah, jika memang kau takdirkan hamba untuk lancar mengikuti ujian ini, maka lancarkanlah, aamiin.” Setelah itu pengawas  masuk dan membacakan peraturan ujian, serta memperlihatkan segel soal tandanya soal tersebut masih asli kemudian meminta kami untuk menaruh handphone ke dalam tas dan menaruh nya di depan ruangan. Sebelum pembagian soal, pengawas mengatakan bahwa kami harus berdo’a terlebih dahulu. Memang, jangan pernah meremehkan kekuatan do’a. Dengan do’a takdir kita bisa berubah, tentu diiringi dengan usaha juga tentunya.

Pengawas akhirnya membagikan soal ujian, pengawas membagikannya dari depan ke belakang. Dia yang duduk di tengah itu  menunggu dengan deg – degan. Akhirnya setelah menunggu, “taraa” ini Dia soal nya. Setelah mendapatkan soal Dia langsung mengisi LJK dengan pensil 2B. Setelah mengisi LJK akhirnya Dia mengerjakan soal – soal. Setelah melihat soal tersebut Dia menjadi sedikit gugup karena tipe soal matematika nya agak berbeda dengan yang Dia pelajari selama ini, akan tetapi pada prinsip nya sama. Selesai melihat semua soal, Dia  berdo’a kepada Allah semoga diberikan ketenangan dan kelancaran. Selessai berdo’a Dia  mulai mengerjakan soal itu. Meski awal nya terasa gugup, tetapi kemudian menjadi tenang karena soal yang lain terasa mudah.

Dua jam setengah berselang, “kriiiingggg” tanda bel selesai ujian  sudah berbunyi. Semua soal  dikumpulkan dan pengawas  mengucapkan terimakasih kepada peserta yang sudah bekerja sama dalam menjaga ketenangan dalam ujian ini. Raut muka optimis  terlihat diwajah nya. Meski tadi agak sedikit gugup Diawal tapi Dia bisa mengalahkan rasa gugup tersebut. ujian itu dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama yaitu tes kemampuan dasar dan akademik. Dia pulang kerumah. Sesampainya di rumah seluruh anggota keluarga sudah menunggu untuk mendengarkan bagaimana kabar ujian nya. Mulai dari Ibu nya, Adik nya, Ayah nya, dan paman nya bertanya soal kelangsungan ujian tadi siang. Respon nya  sangat sederhana “Alhamdulillah, besok masih ada ujian lagi do’akan ya hehe.” Dia memasuki kamar nya untuk berganti pakaian dan mengumpulkan tenaga untuk ujian besok. Setelah sukses dihari pertama, Dia  ogah jemawa. Dia tetap memohon kelancaran dan kesehatan dalam mengikuti ujian. Keesokan hari nya yaitu ujian Saintek berarti pelajaran tentang IPA. Dia memohon do’a kepada seluruh anggota keluarga.

Ujian hari kedua  dimulai, cuaca di hari itu cukup panas sehingga membuat nya sedikit kelelahan. Tapi lelah itu tidak menyurutkan semangat nya. Dalam tekad nya Dia  ingin membahagakan orang tua nya, dan orang yang ada di sekitar nya. Jadi Dia tidak boleh kalah sebelum berperang. Saat pembagian soal  Dia melihat soal – soal tersebut dan mengerjakan nya dengan tenang. Setelah mengerjakan soal – soal itu  Dia pasrah dan menyerahkan seluruh hasil nya kepada Allah SWT. “Manusia cuma bisa berusaha dan berdo’a. Soal lulus atau tidak, Allah lah yang menentukan” gumamnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s